Set Top Box atau DECODER tv digital
Hasil pantauan dari beberapa website seperti Glodog Shop, dll, mereka saat ini sedang berlomba untuk bisa menghabiskan stock/menjual dagangannya agar cepat habis. Entah itu dengan diskon atau promo besar-besaran. Menurut pemikiran saya hal itu disebabkan oleh pressure dari supplier mereka juga terutama dari pabrikannya itu sendiri agar bisa segera juga menjual produk terbarunya.

Perlu diketahui bahwa TV yang saat ini, sekali lagi yang saat ini..ada di toko-toko elektronik hampir bisa saya pastikan belum bertuner DVB-T2 ( Digital Video Broadcast - Terresterial Second Generation ), kalaupun penjual bilang bahwa produk ini itu sudah digital memang sudah digital, akan tetapi tuner didalamnya adalah tuner yang berbasis DVB-T ( generasi pertama ).

Kenapa itu bisa terjadi ? Jadi begini gan, awalnya sekitar tahun 2007 Pemerintah dalam hal ini Kominfo menetapkan standar siaran untuk FTA ( Free To Air ) di Indonesia adalah DVB-T. Nah secara otomatis pabrikan televisi juga melihat dan mempertimbangkan peraturan itu. Maka sebagai produsen televisi mereka juga harus memasangkan tuner DVB-T untuk pangsa pasar ke depannya sesuai dengan peraturan pemerintah. Seiring perkembangan zaman International Telecommunication Union (ITU) telah menetapkan tanggal 17 Juni 2015 merupakan batas waktu untuk migrasi penyiaran analog ke digital.dan menargetkan 96% siaran televisi di dunia adalah memakai tehnologi DVB-T2 maka pada awal tahun 2012 Kominfo merubah standar siaran FTA menjadi DVB-T2. Sebenarnya kalau dilihat dari satu sisi, hal itu fatal juga, akan tetapi rakyat tidak begitu merasakan, hanya beberapa gelintir saja yang merasakannya seperti produsen TV yang memasarkan produknya di Indonesia, juga perusahaan penyiaran yang terlanjur membeli transmitter dengan tehnologi DVB-T, contoh di Jogja adalah RBTV.

Jadi saya bisa katakan bahwa sekarang ini adalah saat yang tepat untuk membeli TV karena murahnya, sebab produsen sedang dalam rangka menghabiskan stock. Bahkan perusahaan sekelas POLYTRON belum menjual Tuner DVB-T2 entah mengapa.

Mas Hadiyanta menulis di Blognya dengann judul STOP! jangan beli tv baru, kecuali sudah include DVB-T2 receiver. Memang benar juga, dan pertimbangannya adalah kapan dan harganya berapa ? Saya kira butuh kesabaran dan biasanya TV dengan tehnologi terbaru biasanya akan terasa sedikit agak mahal. Jadi tunda dulu membeli TV baru apabila Anda benar-benar menginginkan TV dengan tehnologi siaran DVB-T2. Kelak mungkin 3-4 tahun yang akan datang memang akan banyak bertebaran TV yang memang sudah include tuner DVB-T2.

Menurut hemat saya, pakai dulu TV lama Anda atau sementara beli TV second aja, toh saya melihat di situs jualan online yang menjual TV LED 47 inch hanya 2,5 juta loh, karena harga baru memang jatuh, didukung juga aksi JUAL dari orang-orang dari kota besar yang tidak mau "kedunan rego" terlalu banyak. Atau mungkin Anda juga mau ikut menjual TV Anda ? 

Kuncinya ada di Set Top Box atau DECODER, silahkan beli Set Top Boxnya di Blog ini agar bisa nonton siaran TV dengan jernih dan jika TV sudah Full HD (lebar 1080pixel), Set Top Box ini sudah support.

Semua kembali kepada keputusan Anda.

*Maaf ini hanya opini pribadi penulis, koreksi dan masukan sangat saya harapkan.

sponsored link

Post a Comment Blogger

  1. Mas admin
    Itu tv 42inch harga 2,5juta beli dimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha ini contohnya http://olx.co.id/iklan/tv-led-flat-42-IDfRPBy.html

      Delete

 
Top