ERA televisi digital tampaknya harus tertunda. Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan uji materi Peraturan Menkominfo (Permenkominfo) No 22/PER/M.Kominfo/11/2011 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Tetap Tidak Berbayar (Free to Air).

Dengan putusan tersebut, Kemenkominfo harus menyusun baru lagi untuk merealisasikan keinginan memasuki era TV digital. MA memutus gugatan dengan nomor register 38P/HUM/2012 yang terdaftar sejak 18 September 2012 itu pada 13 April 2013. Tiga hakim yang menangani perkara tata usaha negara (TUN) itu, yakni Supandi, Hary Djatmiko, dan Imam Soebechi, sepakat mengabulkan permohonan tersebut.

Pemohon dalam perkara itu adalah Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATVJI). Intinya, gugatan itu berfokus pada keberatan pembentukan Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LPPPM) dan Lembaga Penyiaran Penyelenggara Program Siaran (LPPPS).

Ketua ATVJI Bambang Santoso mengatakan, pembentukan dua lembaga itu bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Sesuai dengan permenkominfo, dua lembaga itu didaulat menjadi pemilik wewenang penyelenggara penyiaran televisi digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air).

“Memang isi Permenkominfo itu banyak poinnya, banyak pasalnya. Tetapi, yang menjadi keberatan kami hanya poin pembentukan LPPPM dan LPPPS. Bersyukur itu dikabulkan dan sebenarnya permenkominfo itu jadi mandul karena poin utamanya ada pada pembentukan dua lembaga tersebut,” ujar Santoso kepada Jawa Pos.

Dalam permenkominfo itu disebutkan peran LPPPS sebagai lembaga pengelola program siaran untuk dipancarluaskan kepada masyarakat di suatu wilayah layanan siaran melalui siaran atau slot dalam kanal frekuensi radio. LPPPS terdiri atas lembaga penyiaran publik TVRI atau publik lokal, lembaga penyiaran swasta, dan lembaga penyiaran komunitas.

Sedangkan LPPPM merupakan lembaga yang menyalurkan beberapa program siaran melalui suatu perangkat multipleks dan transmisi kepada masyarakat di suatu zona layanan. LPPPM dilaksanakan oleh lembaga penyiaran publik TVRI dan lembaga penyiaran swasta.

Siaran televisi digital terestrial secara umum adalah siaran yang menggunakan frekuensi VHF/UHF seperti halnya dengan penyiaran analog, tetapi menggunakan konten digital. Sistem ini menyediakan transmisi digital satu arah melalui jaringan transmisi berbasis darat (land based transmitter) yang bisa diterima antena TV UHF konvensional.

Selain bertentangan dengan hukum, papar Bambang Santoso, keinginan membentuk dua lembaga itu juga tidak melibatkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sehingga ada implikasi hukum.

Pemerintah memang menggelar tender atau seleksi di setiap daerah seperti yang tertulis dalam pasal 10 peraturan yang diterbitkan pada 22 November 2011 itu. Dalam pasal itu diatur bahwa akan ada seleksi bila lembaga penyiaran yang mengajukan permohonan menjadi LPPPM melebihi jumlah kanal frekuensi radio yang tersedia di suatu zona layanan. Kecuali bagi TVRI karena dipertegas dalam pasal 11.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan sudah membaca inti dari putusan MA itu melalui tampilan di halaman muka website MA. “Yang jadi masalah, kami belum dapat amar lengkap,” ujarnya. *****

sumber tulisan: Jawa Pos edisi Sabtu, 11 Mei 2013 halaman 19. Judul asli MA Batalkan Permenkominfo TV Digital. Dengan sub judul: Tifatul Harus Bikin Aturan Baru.

SUMBER

sponsored link

Post a Comment Blogger

  1. Anonymous18/5/13 01:42

    weleh weleh kok ngene dadine.untung ga sido tuku stb.piye nang jogja iseh ono siaran tv digital ga mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih ada gan, kita ikuti saja perkembangan selanjutnya

      Delete
    2. Anonymous21/5/13 22:36

      dijogja tv apa saja yg msh siaran digital mas?

      Delete
    3. TODAY On-Air Channel

      SCTV freq 506 MHZ
      Indosiar freq 506 MHZ
      MetroTV freq 522 MHZ
      ($) KompasTV freq 682 MHZ
      Trans7 freq 682 MHZ
      TransTV freq 682 MHZ

      atau lihat sisi kanan atas blog ini gan..

      Delete
  2. Anonymous23/5/13 09:30

    Mas, siaran digitalnya sudah sampai Magelang belum ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. besok kalau sudah digital, magelang bisa nangkap digital dari pemancar TvOne di Radio GKL FM, pemancar sudah siap, tinggal menunggu aja, semoga digitalisasi lancar mas..sabar ya..

      Delete
  3. Frekuensi 700 Mhz, TV Digital,
    dan 4G LTE di Indonesia
    Sebenernya saya kurang begitu
    mengerti tentang dunia
    pertelekomunikasian yang
    spesifik membahas gelombang
    dan frekuensi, tapi kebetulan
    Saya diajak untuk mengikuti
    forum di kemenkominfo. Hari
    itu, yang hadir ada mantan
    mentri IT dari Finland yang
    menjadi utusan dari
    International
    Telecommunication Union, GSM
    Association, perwakilan mentri
    ekonomi, bapenas, masyarakat
    telekomunikasi (ada telkom dan
    xl klo saya tidak salah ingat),
    dan banyak entitas lainnya yang
    berhubungan dengan dunia
    telco. Forum tersebut sengaja
    diadakan untuk membahas
    frekuensi 700 Mhz.
    Apa itu frekuensi 700 Mhz?
    Sepenangkapan saya itu
    merupakan frekuensi yang
    paling ideal untuk diterapkan
    teknologi jangka panjang 4G LTE.
    Teman saya yang dari Jepang
    bercerita kalau kita pake 4G LTE,
    di handphone buka youtube itu
    yang resolusinya 720 dan tanpa
    buffering. Wow! Sedangkan kita
    di desktop saja dengan resolusi
    terendah masih bisa buffering -_
    - Nah kalau gitu kenapa tidak
    segera dipakai saja frekuensi
    tersebut untuk pengembangan
    4G LTE? Ini yang jawabannya
    agak susah, sampai-sampai
    mantan mentri IT dari finland
    dan GSM Association datang ke
    Indonesia, membawa data dari
    Boston Consulting Group, yang
    menyarankan Indonesia untuk
    segera mengimplementasikan
    frekuensi tersebut dalam waktu
    dekat.
    Kondisinya saat ini, frekuensi
    700 Mhz itu sedang disinggahi
    oleh TV Analog, TV yang
    mengandalkan antena kayak
    yang selama ini ada. Agar
    frekuensi tersebut bisa dipakai,
    TV2 analog harus dikonversi ke
    TV digital yang memakan space
    jauh lebih kecil dari TV Analog
    sehingga akan ada tempat bagi
    4G LTE untuk masuk. Kampanye
    ini bisa kita lihat di jalan dimana
    ada baliho super besar yang
    isinya setengahnya adalah muka
    pak mentri plus tulisan “mari
    beralih ke TV digital.” *ini mau
    ngiklan TV Digital atau ngiklanin
    si pak mentri sih -_-. Kalau pakai
    TV digital, semua pengguna
    televisi harus menggunakan
    sebuah box tambahan. Konon,
    ada pihak yang bersedia
    membelikan box tersebut untuk
    seluruh pengguna televisi. Jadi,
    apa yang masih menjadi
    hambatan? Ternyata katanya
    ada satu grup broadcaster yang
    menentang percepatan TV
    digital ini. Si grup ini gak mau TV
    digital dipercepat ke 2015, saya
    gak tau alasan dibaliknya apa,
    tapi pasti ada unsur politis juga.
    Padahal, katanya si BCG, klo gak
    segera beralih, Indonesia akan
    rugi 200 Triliun, tak hanya itu,
    Indonesia juga bakal ngeganggu
    pertumbuhan negara tetangga
    (malaysia dan singapore).
    Semoga si grup itu bisa segera
    menyetujui program percepatan
    peralihan TV analog ke TV digital
    biar kita orang Indonesia bisa
    segera ngerasain enaknya punya
    koneksi 4G LTE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah..terima kasih banyak informasinya gan, saya juga merasakan waktu hidup di Batam, berapa puluh siaran tertangkap di TV, gimana ngaturnya hehehe..yang jelas kami hanya berharap untuk melihat tayangan yang lebih jernih tanpa noise dan berkualitas, keknya itu aja sementara..

      Delete
    2. http://www.majalahict.com/berita-1043-permen-tv-digital-dibatalkan-ma-menkominfo-tak-akan-batalkan-hasil-tender.html#.UZrBpBweUnY.blogger

      sekedar info siaran tv digital free to air diIndon tetap jalan by kominfo

      Delete
  4. http://www.majalahict.com/berita-1043-permen-tv-digital-dibatalkan-ma-menkominfo-tak-akan-batalkan-hasil-tender.html#.UZrBpBweUnY.blogger

    sekedar info siaran digital di indon tetap berjalan

    ReplyDelete
  5. Anonymous13/9/13 18:33

    Gan, tau ga dimana ada jual tv tuner usb buat laptop yang generasi DVB-T2? kalau ada dimana y gan?

    ReplyDelete

 
Top