DVB-T2 Tower
Ilustrasi (source pic:mybroadband.co.za)
Jakarta, GATRAnews - Komisi Penyiaraan Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat meminta Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk konsisten melaksanakan digitalisasi penyiaraan khususnya pertelevisian, sesuai dengan road map yang telah dicanangkan.

"Konsistensi itu penting karena menyangkut wibawa lembaga regulator penyiaraan seperti KPID dan nasib industri penyiaraan itu sendiri," kata Hamdani Masil selaku Ketua KPID DKI Jakarta di Jakarta, Senin, (24/6). "Stakeholders penyiaraan telah melakukan berbagai langkah untuk merespon road map penyiaraan digital sehingga tanggung jawab pemerintah adalah merealisasikan agar rencana yang sudah dibuat tidak berubah,"sambungnya.

Sebelumnya Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan uji materi terhadap permenkominfo No. 22/2011 tentang Penyelenggaraan Penyiaraan Televisi digital Terestrial Tidak Berbayar (free to air) telah menimbulkan kekhawatiran akan mengganggu road map digitaliasasi tersebut. Karena hingga saat ini proses kelanjutannya tidak ada dan terkesan stagnan. "Saya yakin ketiga wilayah KPID percaya bahwa kominfo mampu mengupayakan solusi yang terbaik yang menjamin hak-hak stakeholders penyiaraan," tambahnya.

"Lembaga penyelenggara penyiaraan multipleksing (LPPM) dari pemenang tender di zona empat dan lima yang telah mengeluarkan investasi harusnya diberikan kesempatan untuk melakukan ujicoba siaraan (trial). Pokoknya saat ini kita memerlukan langkah kongkrit dari pemerintah," lanjutnya.

Lebih jauh  Hamdani menuturkan pemerintah seharusnya membuat aturan uji coba penyiaraan digital tersebut. "Bagaimana mekanismenya, rambu-rambu teknisnya, berapa lama waktunya. Jika pemerintah serius dengan road map digitalisasi atau hal-hal yang sifatnya operasional seperti ini harus segera diputuskan," katanya. Seperti diketahui dalam putusan yang dikeluarkan Kominfo uji coba penyiaraan digital dan periode awal simulcast (siaraan bersama secara analog dan digital) harus sudah dimulai sebelum tahun 2013 berakhir. (*/WN)

Sumber: GATRA

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top