Rudiantara, Menkominfo Kabinet Kerja / Reska K. Nistanto KOMPAS.com
Setelah pengangkatannya menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada Oktober silam, Rudiantara kini tancap gas menggarap dua proyek sekaligus yakni program percepatan pengadopsian TV digital, dan pemberantasan konten pornografi di tanah air.

Berdasarkan pemberitaan dari Indotelko, pemanfaatan lebar pita sebesar 112 MHz yang bertengger di frekuensi 700 MHz masih digunakan untuk siaran TV analog saat ini, Menkominfo Rudiantara mengharapkan mampu mengalokasikan frekuensi tersebut untuk kemudian dimanfaatkan oleh jaringan mobile broadband 4G LTE.

“Saya tetap ingin mencoba program digitalisasi di TV itu bisa terjadi pada 2018 mendatang. Memang ada isu hukum tengah terjadi, tetapi kita usaha terus,” ucap Menkominfo Rudiantara, mengutip dari Indotelko kemarin (15/12). Dalam upayanya kali ini Rudiantara sedikit menghadapi permasalahan terkait hukum. Karena telah diketahui sebelumnya bahwa Mahkamah Agung menunda Peraturan Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika No.22/2011 terkait Penyelenggaraan Televisi Digital.

Sementara itu, Rudiantara mengemukakan sumpahnya untuk kembali melakukan pemblokiran seluruh konten porno yang ada di Internet, melanjutkan apa yang pernah Tifatul Sembiring upayakan meskipun telah dianggap tidak tepat guna.

Filtering yang diminta Rudiantara ke pihak yang disensor mungkin bisa menjadi solusi sementara saat ini. Celakanya, ternyata tidak sedikit situs lain turut terblokir oleh pemerintah yang bahkan tidak tepat guna dalam implementasinya. Nyaris mustahil bagi Rudiantara untuk meminta fitur filtering ke tiap-tiap situs yang terblokir. Mungkin menyadari hal tersebut, pihaknya mengambil jalan pintas dengan memblokir keseluruhan layanannya saja.

Standard yang digunakan negara-negara yang menggunakan sistem TV digital / Wikimedia
Standard yang digunakan negara-negara yang menggunakan sistem TV digital / Wikimedia

“Jika ada keyword yang mengandung sedikit saja unsur pornografi, maka mesin pencari akan menutup secara otomatis,” ucap Menkominfo Rudiantara, mengutip dari Tempo.co. Meskipun begitu, beliau tidak menjabarkan lebih jelas bagaimana pemerintah mampu memaksa mesin pencari seperti Google untuk menutup situs tersebut.

Perihal pembatasan pornografi memang bukan perkara mudah, namun bukan berarti tidak mungkin, meskipun kenyataannya memblokir situs-situs Internet bukanlah cara yang efektif. Karena apapun yang coba diupayakan oleh pemerintah saat ini ialah mereka hanya mempersulit masyarakat mengakses banyak informasi berguna, tanpa benar-benar berhasil memblokir konten pornografi.
Rudiantara sebelumnya menjanjikan untuk membuka blokir akses pada situs konten video Vimeo yang telah lama menjadi polemik perihal pornografi tersebut. Perlu diketahui bahwa pembebasan akses tersebut mengandung satu syarat bagi pihak Vimeo untuk menyediakan filter khusus pornografi secara teknis di situsnya. Pendekatan tersebut nyatanya cukup diterima dengan baik oleh masyarakat.

Posted by
Michael Erlangga

December 16, 2014 

SUMBER

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top