Jakarta - Layanan mobile broadband 4G LTE sejak Desember 2014 sudah bisa kita nikmati di sejumlah kota melalui tiga operator seluler. Mulai dari Jakarta, Bali, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan menyusul kota-kota lainnya seperti Manado dan Makassar.

Harapannya, 4G terus berkembang agar layanan seluler generasi keempat ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tak hanya di kota-kota besar saja, tapi juga di kota-kota kecil di seluruh pelosok Indonesia sesuai roadmap Indonesia Broadband Plan 2014-2019.‎

Menurut Johnny Swandy Sjam, Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Indonesia, bicara soal 4G memang tak bisa terlepas dari 4C, yakni Connectivity, Content, Commerce, dan Community.

"Semua 4C ini saling terkait dan tak bisa dipisahkan satu sama lain kalau 4G mau sukses di Indonesia," ujarnya dalam diskusi '4G & Rich Content: a New Era of Indonesian Broadband' bersama Menkominfo Rudiantara dan seluruh stakeholder telekomunikasi di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Bicara soal Connectivity, 4G tak akan terlepas dari spektrum frekuensinya. Saat ini yang sudah resmi mendapat restu dari Kementerian Kominfo adalah di pita 900 MHz. Kemudian nanti ada yang menggunakan extended dari spektrum 800 MHz, ada juga refarming teknologi netral di 1.800 MHz. Dan selanjutnya dari 2,1 GHz dan 2,3 GHz.


Bahkan di masa depan, kata Johnny, kita juga akan mendapat warisan spektrum frekuensi emas selebar 100 MHz di rentang 700 MHz ketika rencana migrasi TV digital bisa dieksekusi dan dirampungkan dalam beberapa tahun ke depan.

Namun yang jadi permasalahan, selain spektrum 900 MHz yang sudah resmi untuk komersialisasi, spektrum lainnya masih perlu pembahasan lebih lanjut. Bagaimana kejelasan penataan 800 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, 2,3 GHz, sampai 700 MHz.

Semua ini tentu akan berdampak pada rencana pembangunan infrastruktur dan tentunya ekosistem C lainnya -- Content, Commerce, dan Community. Ia berharap, permasalahan ini bisa dicarikan solusinya bersama, agar 4G bisa segera dinikmati tanpa batas oleh kalangan luas.

"Kurang lebih 4C yang saya utarakan maksudnya sama dengan filosofi DNA, yakni device, network, application. Setelah network-nya ada, device dan application-nya pun harus tersedia," kata Johnny.

Kalau mau jujur, device yang ada saat ini masih mahal untuk sebagian besar masyarakat yang daya belinya masih rendah. Gampangnya bisa kita lihat dari jumlah penetrasi smartphone di seluruh jaringan operator seluler, baru sekitar 20%-30% saja.

"Itu sebabnya kita butuh vendor yang bisa menggerakkan pasar agar ponsel 4G bisa murah, kalau bisa harganya di bawah Rp 1 juta selayaknya ponsel 3G yang telah banyak beredar," papar mantan Dirut Indosat tersebut.

Begitu network alias Connectivity sudah semakin luas coverage-nya, perangkat sudah semakin terjangkau, Content pun akan masuk dengan mudah. The real rich content yang melalui jaringan pita lebar seluler. Tak cuma Content yang sifatnya media sosial saja, tapi yang sifatnya menumbuhkan produktivitas ekonomi bangsa.

"Di sinilah peran kita sekarang, apakah kita mau membiarkan OTT asing leluasa tumbuh di jaringan kita? Saya rasa momen ini tepat untuk mendorong OTT dalam negeri yang tak kalah potensial," jelasnya lebih lanjut.

Apalagi spirit dari Menkominfo Rudiantara saat ini ingin menumbuhkan industri lokal, bisa dilihat dari rencana kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sampai 40% untuk 4G. Tak cuma perangkat saja, konten pun diharapkannya juga harus punya sumbangsih untuk Indonesia.

"Ini juga masuk dalam 4C yang saya bilang tadi, salah satunya Commerce. Begitu ekosistemnya terbentuk, segala aktivitas di dunia nyata pun otomatis berpindah ke dunia maya. e-Commerce juga salah satunya. Orang akan banyak bertransaksi melalui internet," kata Johnny.

Dan terakhir, itu semua tak akan jalan tanpa adanya unsur pengguna yang pada akhirnya membentuk sebuah Community. Karena hakikat tujuan dari teknologi 4G ini memang untuk memudahkan kehidupan kita, bukan sebaliknya. (rou/fyk)

Achmad Rouzni Noor II

SUMBER: http://inet.detik.com/read/2015/03/24/094138/2867713/328/kunci-sukses-4g-di-indonesia-ada-di-4c-ini?i991101105

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top