JAKARTA (IndoTelko) – Pemerintah mengharapkan mulai tahun 2017 produsen televisi tak lagi memproduksi TV analog guna mendukung mulusnya program digitalisasi penyiaran pada 2018 mendatang.

“Sebenarnya sekarang sudah banyak produk televisi yang mendukung TV Digital, tetapi masyarakat merasa belum butuh. Akhirnya produsen TV mencabut fitur itu karena jika dipasang harga jual lebih mahal US$ 15 dan menjadi tak kompetitif dengan pesaing. Saya harap mulai semester pertama 2016 fitur TV Digital itu mulai menjadi kewajiban, dan pada 2017 kita tidak jual lagi TV Analog,” tegas Menkominfo Rudiantara, kemarin.

Menurutnya, jika TV analog tak lagi diproduksi, maka untuk mendorong digitalisasi pemerintah sudah menyiapkan program 8 juta Set top Box (STB) untuk pengguna lama TV analog. “Kalau tidak salah ada sekitar 50 juta TV yang digunakan di rumah tangga. Kita harapkan per tahun itu ada 10 juta replacement ke TV Digital agar di 2018 itu Indonesia benar-benar switch off dari analog,” paparnya.

Ditegaskannya, pemerintah tetap akan menggeber program digitalisasi penyiaran walau tengah ada sandungan disisi hukum. “Kita kan sedang revisi juga UU Penyiaran. Ini krusial, karena ke depan itu memang era digital. Kemarin ada yang presentasi bisa mengkompresi data agar orang bisa nonton siaran TV di smartphone tanpa lack. Ini semua kan butuh payung hukum,” katanya.

Ditambahkannya, jika digitalisasi penyiaran berhasil dilakukan banyak manfaat yang didapat yakni digital dividen sekitar 700 MHz,  efisiensi infrastruktur penyiaran, dan peluang usaha baru bagi penyedia konten. Dalam kalkulasi terjadi penurunan belanja modal sekitar 79%, biaya operasional (57%), dan penghematan listrik (94%).(dn)

SUMBER: http://www.indotelko.com/kanal?c=&it=Indonesia-Tak-Produksi-TV-Analog-2017

sponsored link

Post a Comment Blogger

  1. Kata menkominfo tv digital akan menjadi kewajiban.?? Lha segera aja keluarkan peraturan pemerintahnya ..., jangan terus bilang kalah dimeja hijau trs gimana dong kalo kementrian aja bisa kalah apalagi kami yang rakyat jelata..

    ReplyDelete
  2. Benar sejak tahun 2012 siaran TV digital tak jelas kepastiannya, di Bandung satu persatu uji siaran TV digital off air. Di Indonesia stasiun TV banyak terutama TV lokal, ttp tidak memiliki modal finansial dan teknis....sementara Keminfo tak tegas terhadap aturan penyelenggaraan TV digital yang dibuatnya, terlalu banyak nego dan pelaku industri TV manja tak memiliki visi teknis...Sekarang menjelang 2017 ini apa mampu Keminfo mendigitalisasikan seluruh stasiun TV di tanah air jangan sampai Indonesia kena teguran atau sanksi dari lembaga ITU.

    ReplyDelete

 
Top