Jakarta- Perkembangan teknologi saat ini tak bisa dibendung. Teknologi apapun saat ini mengalami perkembangan yang pesat salah satunya teknologi TV Digital.

Teknologi ini sebenarnya telah lahir pada tahun 2012. Di tahun itulah komersialisasi TV Digital dimulai

Namun, implementasi teknologi penyiaran dan pemanfaatan spekttum frekuensi ini tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Pro kontra sengit timbul di kalangan stakeholder industri penyiaran. Alhasil, implementasi siar TV digital mandek hingga sekarang. Padahal, ijin TV Digital sudah berjalan hampir satu tahun namun tidak bisa melakukan siaran. Sedangkan ijin akan habis pada bulan September 2015.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia Gilang Iskandar, saat berbincang dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, di Ruang Kerja Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Komplkes Gedung MPR/DPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin ( 13/7 ).

"Kami ingin agar Pimpinan MPR membantu membicarakan permasalahan tersebut kepada pemerintah supaya TV digital cepat mengudara," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa teknologi memang tidak bisa dibendung termasuk teknologi tv digital.

Masuknya era baru tv digital dalam dunia infomaso Indonesia, dirasakan Zulkifli sangat baik.
"Makin banyak media informasi yang ada di Indonesia makin bagus. Bagus untuk demorasi Indonesia. Penyebaran Informasi soal kebangsaan, soal perekonomian dan lain lain akan semakin tersebar ke seluruh daerah dan menjangkau rakyat banyak," katanya.

Kepada ATSDI, Zulkifli mengatakan akan menyampaikan aspiraso asosiasi ke pemerintah dalam hal ini kepada Menteri Informasi dan komunikasi Rudiantara.

"Saya akan membicarakan aspirasi tersebut ke pemerintah agar mencarikan solusi terbaik supaya tv digital bisa cepat siaran dan terjamin keberlangsungan siarannya. Proses ini bisa melalui UU atau pengeluaran keputusan menteri," tandasnya./der

SUMBER:http://microsite.detik.com/display/mpr-ri/detail_digital.php

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top