JAKARTA (IndoTelko) – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku sudah menyiapkan sejumlah jurus untuk mengeluarkan layanan TV Digital dari jalanan terjal yang tengah dilaluinya.

“Soal TV Digital ini memang lumayan alot. Tetapi saya sudah siapkan jurus untuk mengeluarkannya dari jalan terjal yang dilewatinya. Tanggal 29 September ini akan ada Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, nanti saya paparkan secara komprehensif solusinya,” ungkap Pria yang akrab disapa RA itu kepada IndoTelko, usai membuka Turnamen Futsal Piala Bergilir Menkominfo ke-8, kemarin.

Diungkapkannya, dirinya sudah bertemu dengan sejumlah punggawa di bisnis penyiaran untuk menyosialisasikan rencananya dalam melancarkan TV Digital. “Saya beri penjelasan kalau kesenjangan digital di Indonesia harus dipangkas. Frekuensi 700 Mhz itu harus dioptimalkan untuk sosialisasi waspada bencana dan broadband,” katanya.

Ditambahkannya, solusi sementara yang diusulkan adalah pemain multiplexer yang telah mengantongi izin tak perlu harus membagi infrastrukturnya dengan pemain TV Digital. “Jadi, kita bikin pemain multiplexer itu tak ada kewajiban menggendong yang murni pemain TV Digital. Nanti TVRI yang gendong pemain murni TV Digital,” katanya.

Dikatakannya, solusi ini bisa mulus jika Undnag-undang Penyiaran telah direvisi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung. “Makanya besok (Selasa, 29/9), kita mau paparkan semua di raker,” pungkasnya. (Baca juga: Menkominfo tunda izin prinsip TV Digital) 

Sekadar informasi, Maret 2015, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menggugurkan Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika Nomor 22/2011 tentang Penyelenggaraan TV Digital.
PTUN berpandangan beleid itu tak punya dasar hukum, bahkan tak disebutkan dalam Undang Undang Nomor 32/2002 tentang Penyiaran.

Pengguguran Permen Kominfo tentang Penyelenggaraan ini kemudian ikut membatalkan 33 Keputusan Menteri tentang lembaga multiplexing (MUX) di 11 provinsi.

Lembaga ini sedianya bertugas menyalurkan program siaran melalui suatu perangkat multipleks dan transmisi kepada masyarakat di suatu zona layanan.

Dalam bahasa telekomunikasi, multipleks sendiri adalah teknik mengirimkan lebih dari satu data (gambar dan suara) melalui satu saluran. Tujuannya adalah menghemat jumlah saluran fisik seperti kabel, pemancar, dan penerima (transceiver) atau kabel optik.

Teknik ini akan digunakan dalam merealisasikan tv digital. Misalnya, satu helai kabel optik dari Jakarta-Bandung, bisa digunakan untuk 12 program televisi berbeda tanpa bercampur satu dengan yang lainnya.

Dalam aturan ini , pemerintah menentukan lembaga multiplexing untuk memegang frekuensi. Sementara tv lokal tak mendapat jatah, sehingga harus membayar sewa frekuensi kepada lembaga multiplexing.

Hal yang menjadi isu dalam aturan ini adalah lembaga penyiaran yang tak punya multiplekser harus menyewa ke pemilik infrastruktur tetapi aturan sewanya belum jelas.Kemenkominfo sendiri sudah menerbitkan surat edaran tentang penundaan proses perizinan bagi pemegang izin prinsip penyelenggaraan televisi digital melalui sistem terestrial.(dn)

SUMBER: http://www.indotelko.com/kanal?c=id&it=Jurus-Rudiantara-Keluarkan-TV-Digital-Jalan-Terjal

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top