Ketua Dewan Pengawas TVRI Akhmad Sofyan bersama dengan Dirut PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi. (Foto : Franz Boedisoekarnanto)
YOGYA (KRjogja.com) - Mulai tahun 2015 ini, perangkat analog yang masih dgunakan TVRI Stasiun Yogyakarta akan diganti dengan peralatan digital. Hal tersebut untuk mendukung program penyelenggaran penyiaran televisi digital yang akan mulai diberlakukan pada 2018 mendatang.

"Harapannya tahun 2016 nanti sudah bisa sepenuhnya menjalankan program penyiaran digital. Untuk TVRI Yogyakarta sudah memiliki dua pemancar analog dan digital yang ditempatkan di Patuk Gunungkidul. Targetnya tahun 2016 seluruh stasiun TVRI yang ada di ibukota propinsi sudah bisa menyelenggaraan penyiaran televisi digital ini," tutur Ketua Dewan Pengawas TVRI Akhmad Sofyan didampingi Kepala TVRI Stasiun Yogyakarta Dyah Sukarini saat bersilaturahmi dengan Direktur Utama PT BP Kedaulatan Rakyat dr Gun Nugroho Samawi, Jumat (24/07/2015).

Dari jajaran komisaris dan direksi PT BP Kedaulatan Rakyat, turut mendampingi Komisaris Utama Drs HM Romli, Direktur Keuangan Imam Satriadi SH, Direktur Umum HM Wirmon Samawi SE MIB, Direktur Produksi Baskoro Jati Prabowo SSos serta Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat Drs Octo Lampito MPd. Dengan adanya peremajaan tersebut, saat ini TVRI Yogyakarta menjalankan program siaran di dua frekeunsi, yakni untuk analog ada di kanal 22 sedang penyiaran digital berada di kanal 29. "Untuk sementara di kanal 29 baru mengudara 4 jam," tuturnya.

Secara umum, televisi digital juga memiliki kualitas gambar dan suara lebih baik. Hanya saja masyarakat sepenuhnya belum siap menerima kedatangan program televisi digital. Pasalnya masyarakat yang masih memiliki televisi teknologi lama harus menambah alat bernama seattle box (SET TOP BOX ; koreksi) agar mampu menerima frekuensi siaran digital.

Namun begitu regulasi penyiaran televisi digital sendiri juga belum sepenuhnya jelas karena masih terganjal persoalan multiplexing penyiaran yang sempat digugat dan akhirnya dimenangkan pihak penggugat. Padahal untuk multiplexing ini, TVRI memiliki kuota 12 kanal dan tersisa 8 kanal.

"Ada peluang Kedaulatan Rakyat (KR) bisa bekerjasama dengan memanfaatkan kanal ini. Tapi menuut regulasi yang ada sementara ini baru diperuntukkan bagi televisi lokal yang dikelola pemerintah daerah dan televisi komunitas. Nanti lihat regulasi selanjutnya seperti apa," tutur Sofyan.

Namun demikian Sofyan berharap agar sinergi dan kerjasama antara KR dengan TVRI Yogyakarta bisa berjalan seperti dulu. Termasuk nantinya dalam hal konten dan program siaran. Sebab antara dua media ini sejak dulu sudah terjalin hubungan yang erat.

"Saya harapkan kerjasama itu dibangun lagi. Dulu Pak Madi (alm Soemadi M Wonohito mantan Dirut KR-red) pernah mengatakan KR dan TVRI itu kadang sinarawedi. Itu yang selalu saya ingat dan berharap akan ada kerjasama seperti dulu lagi," katanya. (M-5)

Oleh: Ivan Aditya

SUMBER: http://krjogja.com/read/268561/tahun-2018-siap-jalankan-program-televisi-digital.kr

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top