Frekuensi 'Emas' 700 MHz Merdeka untuk 4G di 2018
Jakarta - Frekuensi 700 MHz kerap disebut sebagai frekuensi 'emas' lantaran memiliki coverage band lebih luas. Namun peralihan frekuensi ini untuk dimanfaatkan layanan 4G tak semudah yang dibayangkan.

Pasalnya, frekuensi 700 MHz saat ini masih diduduki oleh layanan TV analog. Dimana para pengusaha televisi diyakini tak akan rela begitu saja untuk melepas frekuensi tersebut untuk kemudian hijrah ke layanan TV digital.

Titon Dutono, Direktur Penataan Sumber Daya Frekuensi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut, frekuensi yang dipakai TV analog terbentang dari rentang 478 MHz sampai 806 MHz, atau memiliki lebar pita sekitar 300 MHz.

"Nah, itu mau dibagi-dibagi, dimana tetap dipakai untuk layanan broadcast tapi digital sebesar 216 MHz. Sementara untuk 4G itu mau dipakai yang sebelah kanannya di rentang 694 MHz sampai 806 MHz selebar 112 MHz," ungkap Titon saat ditemui usai peluncuran Telkomsel 4G Nation di Central Park Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Hanya saja untuk memindahkan pemain d TV analog tersebut tidaklah mudah. Kominfo pun sekarang masih melakukan pendekatan khusus kepada para pengusaha televisi agar mau hijrah ke layanan digital.

Menurut Titon, persoalan seperti ini sejatinya bukan cuma terjadi di Indonesia, tapi seluruh dunia. Namun kalau diidentifikasi, frekuensi 700 MHz yang dipakai untuk 4G itu baru di negara-negara Eropa, sedangkan Asia masih belum populer.

"Jadi persoalannya bukan di penataan, tapi di para pemilik televisi, kapan mereka mau mengembalikan. Dasar persoalan mereka karena berat mengembalikan. Apalagi jika masuk ke TV digital itu satu kanal bisa menampung 256 program. Jadi banyak sekali persoalan di sana. Kalau itu dibuka berarti kan banyak program, banyak saingan dan segala macam," keluh Titon.

Meski demikian, Titon optimistis deadline memerdekakan frekuensi 700 MHz untuk layanan 4G masih sesuai target pada tahun 2018 mendatang.

"Sebenarnya deadline-nya tergantung kita (Kominfo-red) juga. Namun dalam pembicaraan yang terjadi tahun 2018 itu batas waktu, kita masih semangat pada 2018 bakal selesai. Semua pengusaha TV tahu semua, ini bukan masalah teknis, tapi murni kepentingan tingkat tinggi. Bisnis triliunan itu," pungkasnya.

Seperti diketahui, spektrum frekuensi di 700 MHz telah lama dianggap sebagai frekuensi emas oleh operator untuk menggelar 4G LTE selain 1.800 MHz. Alasannya, karena spektrum ini memiliki coverage band lebih luas.

Di Indonesia, frekuensi 700 MHz masih digunakan untuk siaran televisi analog. Pemerintah melakukan program digitalisasi televisi, yang nantinya akan menghapus televisi analog. Program ini mulanya ditargetkan akan selesai paling cepat di akhir 2017.

Dari program digitalisasi televisi itu, nanti frekuensi 700 MHz akan memiliki digital dividen sebesar 112 MHz. Rentang pita sebesar 112 MHz di frekuensi 700 MHz itulah yang nantinya akan digunakan untuk alokasi jaringan 4G LTE di Indonesia.

Namun sayangnya, rencana itu belum bisa terwujud. Pasalnya, Mahkamah Agung tahun lalu membatalkan Peraturan Menteri Kominfo No.22/2011 tentang Penyelenggaraan Televisi Digital.

Dalam kajian The Boston Consulting Group harmonisasi frekuensi 700 MHz di Indonesia setelah 2018 menyebabkan kerugian sebesar USD 16,9 miliar untuk GDP, USD 4,7 miliar untuk pajak, 79.000 usaha dan 152.000 lowongan kerja. (ash/ash)

Oleh: Ardhi Suryadhi - detikinet
Foto: Rachman Haryanto

SUMBER: http://inet.detik.com/read/2016/04/17/145258/3189869/328/frekuensi-emas-700-mhz-merdeka-untuk-4g-di-2018

sponsored link

Post a Comment Blogger

 
Top